-->
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Jejak Awal Mula "Tidurnya Orang Puasa Adalah ibadah"

Jejak Awal Mula "Tidurnya Orang Puasa Adalah ibadah"

Oleh : Letkol Sus Giyanto

Kita biasa candaan dengan bilang “Ayo tidur aja, kan ibadah. Jadi setiap dikit-dikit bilangnya tidur melulu, ayo tidur... Candaan ini terjadi hanya di bulan ramadhan disaat sedang puasa, bahkan candaan ini juga kadang tidak memiiliki makna yang sesungguhnya, namanya juga candaan.  

Namun jangan sampai kemudian candaan ini memiliki pemahaman yang salah, atau meng-ilegalkan bahwa tidur lebih baik segalanya, dari apapun yang dilakukan.

Atau biasanya banyak ibu mengatakan pada si kecil yang berpuasa, "Yuk bobo siang dulu, biar puasanya gak terasa lapar, nanti bangun tidur gak perlu menunggu lama buka puasa." 

Umumnya, kebanyakan ibu yang sedang mengajarkan buah hatinya untuk berpuasa mengajak si kecil untuk tidur siang. 

Nah, soal pendapat yang mengatakan tidur adalah ibadah memang seringkali didengar. Apalagi saat di bulan Ramadhan. Tak hanya itu, ada pula yang menyatakan, tidur di bulan puasa akan mendapat pahala.

Tapi bukan berarti, sepanjang hari tidur tanpa melakukan ibadah. Bukannya zikir dan perbanyak membaca Al Quran, kata-kata tersebut justru sering disalah artikan, dan banyak dimanfaatkan orang untuk bermalas-malasan.

Untuk mengetahui, apakah benar tidurnya orang di bulan puasa Ramadhan adalah ibadah?. Awal mula pernyataan tersebut ditelusuri dari hadis yang diriwayatkan oleh Baihaqi. Artinya: "Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, do’anya dikabulkan, dan dosanya diampuni,".

Meski ungkapan tersebut berasal dari hadis yang sahih, tetapi jangan disalahartikan. 

Tidur selalu menjadi alasan untuk mendapatkan pahala. Kecuali disepanjang mata terbuka dia selalu berpotensi membuat dosa atau melakukan hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah puasa, maka tidur menjadi solusi terbaik untuk dilakukan dan ini esensinya bahwa tidur adalah ibadah. 

Namun sepanjang kita bias melakukan amalan yang lebih baik dan bermanfaat kenapa tidak. 

Ini perlu diketahui, sebagaimana adab menjalankan puasa adalah tidak terlalu banyak tidur siang hari. Seperti dijelaskan oleh imam Al-Ghazali berikut ini:

"Sebagian dari tata krama puasa adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari, hingga seseorang merasakan lapar dan haus dan merasakan lemahnya kekuatan. Dengan demikian hari akan menjadi jernih" (Imam Al-Ghazali, Ihya' Ulumid Din, juz 1, hal. 246).

Dari situ bisa diambil maknanya bahwa bukan berarti selama puasa hanya menghabiskan waktu dengan tidur-tiduran sepanjang waktu. Alangkah baiknya diisi dengan beragam kegiatan ibadah. Karena, tujuan puasa mengendalikan hawa nafsu. 

Saat mata tak terpejam, puasa yang dijalani bisa dirasakan, manusia jadi sadar bagaimana rasanya haus dan lapar serta cara mengendalikannya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.