-->
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Aparat Tidak Boleh Ragu Mencegah dan Menindak Teroris

Aparat Tidak Boleh Ragu Mencegah dan Menindak Teroris

INFOPILIHAN.ID - Pengamat Integrasi Nasional dan mantan aktivis UGM, Kolonel Sembiring menyampaikan keprihatinannya terhadap terulangnya aksi teror bom gereja dan bahkan semakin nekad dengan aksi serangan teroris di Mabes Polri. 

Ia mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai aksi serupa yang masih sangat mungkin terulang kembali bila akar benih radikalisme nya tidak segera dicabut dan dibasmi tuntas. 

Karena menurutnya, menjaga kepentingan terhadap persatuan negara harus lebih diutamakan daripada membela sentimen primordialisme sempit yang sering menggunakan kedok agama seperti yang sering terlihat dilakukan kaum teroris saat ini.

Sembiring mengingatkan aparat tidak boleh ragu mencegah dan menindak tegas teroris walau pelakunya adalah wanita yang dianggap sebagai kaum lemah, karena bahkan dibeberapa kasus juga melibatkan anak-anak untuk menghindari atau mengecoh petugas.

"Terjamin dan terwujudnya stabilitas nasional merupakan tanggungjawab bersama seluruh warga negara," tegas Sembiring melalui siaran pers, Rabu (31/3/21) menanggapi masih terlihatnya keraguan sebagian tokoh dalam merespon atau mengutuk aksi teror bom saat ini.

Sehingga, lanjutnya, tidak salah juga bila ada sebagian pihak yang menilai tokoh yang tidak mengutuk aksi teroris ini dapat terkesankan mendukung.

"Itu mungkin salah satu penyebabnya kenapa berulangkali teror bisa hadir di bumi damai kita ini ?. Apakah memang karena ada pihak yang mendukung sekaligus menungganginya," ujarnya.

Bila ada pihak yang membela pelaku bom bunuh diri atau aksi teror seperti ini maka sudah seharusnya pembela teror ini, kata Sembiring, maka juga  pantas dijadikan musuh bersama.

Sembiring menjelaskan bahwa fakta sudah membuktikan, tidak ada satupun kepentingan yang berhasil dibela atau dimenangkan dengan cara teror. Dimana semuanya berakhir tragis dan konyol, hanya mencederai citra bangsa dan negara dimuka dunia Internasional.

Untuk itu sembiring berharap kepada seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat agar sepakat membasmi lahirnya benih ideologi radikalisme yang selama ini terkesan dibiarkan. 

Mengingat, menurut Sembiring, sebagian masyarakat masih rapuh pemahaman politik integrasi kebangsaannya. Masih sulit membedakan mana ajaran yang radikal atau tidak.

"Apalagi bila egoismenya sudah dikemas dalam fanatisme religi. Akibatnya "pengantin" teroris berpeluang muncul kembali. Itulah realitas tantangan kita saat ini," papar Sembiring.

Artinya, semua rakyat harus disadarkan dan harus diberikan pemahaman bahwa pilihan dan keputusan terhadap ideologi dan bentuk negara ini sudah final. Tidak ada negosiasi lagi. Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum, bukan negara agama, Ber Ideologi kan Pancasila, yang mengakui kemajemukan bangsa dalam Bhineka Tunggal Ika dan disatukan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jelas dan tegas. Tidak ada diskusi lagi, pungkas sembiring. 

"Negara Indonesia ini tidak pernah memaksa siapapun menjadi warga negara nya. Karena itu bila ada oknum yang tidak mau mengikuti ideologi dan aturan negara Indonesia tercinta ini, sebaiknya ber imigrasi mencari negara lain yang ideologinya sesuai dengan keinginannya. Disini,  NKRI harga mati bung," ngkapnya dengan tegas.

(sketsindonews)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.